Make your own free website on Tripod.com

                                              

 

         

Daerah Wisata Kabupaten Klaten

ROWO JOMBOR PERMAI

Rowo Jombor merupakan obyek yang cukup ramai dikunjungi, terlebih anak muda. Rowo Jombor terletak didesa Krakitan kec.bayat dan Jimbung.Rowo Jombor di telinga masyarakat Klaten lebih dikenal Jimbung. Jimbung mempunyai sejarah tersendiri, dimana waktu zaman kerajaan keling di daerah utara mengusir putra mahkota karena kesalahan dan mendirikan kerajaan diJimbung, Namun sang Istri yang merasa bersalah menyusulnya.Singkat cerita bertemu di kerajaan Jimbung didampingi Kyai poleng dan Nyi Remeng Namun sang Raja Jimbung menolaknya dan menyuruhnya kembali ke keling.Namun Sang putri menolak dan melakukan Aksi bunuh diri. Hal ini membuat pendampingnya tidak terima dan melakukan perlawanan, Namun oleh Raja Jimbung Ki poleng dan Nyi remeng dikutuk jadi Bulus,Keduanya menyesal dan meminta maaf.Namun titah seorang raja tidak dapat diubah. Selang waktu Ki Poleng dan Nyi remeng merasa cukup gembira, mendengar perkataan Raja bahwa besok di kemudian hari banyak Orang akan memuliakan keduanya.Dan benar saja sekarang banyak orang berdatangan, ada yang sekedar melihat tapi ada pula yang mencoba mencari rejeki dari Bulus tersebut(red:Pasugihan).Kembali ke awal tadi setelah putri keling tewas dan didengar sampai keling maka Raja keling menyiapkan pasukan untuk menghancurkan kerjaan Jimbung. Dan itu terjadi sangat singkat sekali.Kerajaan Jimbung dengan pasukan yang belum begitu kuat porak-poranda menghadapi serangan dari Keling yang begitu mendadak. Akhirnya kerajaan jimbung hancur dibawah kerajaan Keling.

Bukti-bukti yang masih bisa dilihat:-( Makam putri Keling) yang tidak jauh dari sumber(umbul) dan sumber(umbul) dimana bulus Ki poleng dan Nyi Remeng berada. Reruntuhan bekas-bekas kerajaan, meski sudah tidak terlihat jelas.

JALUR:

-dari arah jogja/solo turun di Stasiun- ambil Angkota kuning jurusan Jimbung
-Dari terminal angkota-ambil jurusan Jimbung/Krakitan
- Kendaraan Pribadi- dari jogja/solo- Stasiun Klaten- Jimbung ( Ikuti Petunjuk Arah, Kurang Lebih 2 Km)

 

MAKAM KI AGENG PANDANARAN

Mengenai Ki Ageng Tembayat tidak lepas dari sejarah perjuangan Islam khususnya ditanah Jawa.Pada waktu itu di Kabupaten Semarang dipimpin oleh seorang bupati yang sangat kuat dan disiplin tinggi. Termasuk bayar upeti dari rakyat ditarik cukup tinggi.Karena disiplin dan merasa kuat itulah sang Bupati bertindak sewenang-wenang, terlebih kepada bawahan yang membangkang.Dikemudian hari ada seorang pemotong rumput yang ingin menjual rumputnya. Bupati menerima namun dengan bayar yang sangat murah sekali.Oleh bapak tua pemotong rumput tidak masalah. Selang beberapa waktu sang bupati terkejut bahwa didalam ikatan rumput terdapat beberapa keping emas.Memang sudah tabiat sang bupati senang menumpuk harta, maka setiap rumput dari bapak tua itu diborongnya. dan anehnya tiap ikatan pasti ada kepingan emas. Suatu hari bapak tua menjajakan rumputnya, waktu mau dibayar dengan uang receh bapak tua hanya meminta supaya bedug masjid Kabupaten dibunyikan. Namun permintaan bapak tua ditanggapi lain oleh sang bupati, dikira melecehkan dirinya.Bupati marah, namun oleh bapak tua dikatakan bahwa dia tidak butuh uang, kalau saja mau dia bisa dalam satu cangkulan wujud emas.Perkataan bapak tua ini menambah geram bupati. Bupati berkata jika bapak tua bisa membuktikan ucapannya maka bedug di Kabupaten akan dibunyikan. Waktu sudah ditentukan dipagi hari dengan disaksikan beberapa punggawa dan abdi dalem bapak tua datang dengan membawa cangkul. Bupati Penasaran untuk segera tahu kebenarannya. Akhirnya Bapak tua itu mengangkat cangkulnya, sekali ayun tanah dipendopo terangkat dan terlihat kemilau dengan terangnya.Bupati tertunduk menangis dan sungkem dibawah bapak tua. dan bertanya siapa gerangan bapak tua ini. Bapak tua bilang bahwa dia adalah Sunan Kalijaga.Bertambah terkejut sang bupati mendengarnya tak disangka-sangka Sunan tersohor itu berdiri dihadapannya. Bupati meminta maaf akan kekhilafannya dan dia berjanji kan mengabdikan diri pada yang kuasa dan menjauhi gemerlap dunia. Perkataan bupati ini dibuktikan esok harinya. Tanpa ditunda-tunda dia menemui istrinya dan meminta istrinya untuk mengikuti beliau.Akhirnya Bupati semarang hari itu juga meninggalkan Pendopo dan berkelana kearah selatan. Didalam perjalanan dia dihadang oleh begal. Tanpa sadar bupati bilang Dasar kepala kambing, sudah dapat masih tidak puas. Dikarenakan bupati cukup sakti maka perkataannya menjadi kenyataan. Begal meminta maaf, namun perkataan sudah terjadi dan tidak dapat diubah. Begal itu akhirnya meminta untuk mendampingi perjalanan beliau.Oleh sang bupati diperbolehkan.Akhirnya begal yang sudah insyaf mendapat sebutan Syeh Domba,karena kepalanya berujud domba Dengan perjalanan yang cukup lama akhirnya sampai ditempat, dirasa cukup baik untuk mengembangkan syariat agama.Bupati yang dikemudian hari dikenal dengan nama Ki Ageng Pandanaran menyuruh syeh domba untuk mendirikan surau. Tidak berapa lama surau berdiri dan masyarakat berdatangan untuk mengaji ilmu.Sang Bupati yang bergelar Ki Ageng Pandanaran juga sering dipanggil Ki Ageng Tembayat menyampaikan ilmu agama dengan arif dan bijak, dan daerahnya dinamakan Bayat. Ki Ageng mengajar sampai tutup usia dan dimakamkan di daerah tersebut. Diatas bukit Jabalkat.

Waktu sekarang banyak orang berdatangan, terlebih dari luar Klaten; seperti Demak, Kudus, Semarang bahkan daerah Jawa Timur berdatangan untuk berziarah sekaligus berwisata, karena memang pemandangan di bukit Jabalkat cukup menarik. Hari - hari yang biasa dikunjungi tiap malam jum'at, terlebih malam jum'at Kliwon. Dipastikan Sangat ramai sekali. Parkir Bus maupun mobil lain sampai penuh. Buat anda yang dari luar Klaten tidak usah khawatir karena ada penginapan yang relatif murah dan makanan yang terjangkau.Ada beberapa orang yang ingin menikmati suasana malam, ya karena memang lebih hening dan khusyuk.

JALUR:

- dari arah jogja/solo turun di Terminal Klaten-ambil bus mini jurusan Bayat
- dari jogja/solo turun Bendogantungan- ambil Bus mini/Colt Jurusan Bayat/Cawas
- Kendaraan Pribadi dari solo/jogja- bendogantungan- Wedi- bayat (ikuti petunjuk arah, Kurang Lebih 5 Km)

  Raimuna Daerah

Seleksi Raimuna Daerah telah selesai, tinggal menunggu pengumuman saja. Setelah itu latihan sampai kegiatan berlangsung tanggal 26 juni hingga 2 juli tahun 2005 yang bertempat di Bumi Perkemahan Pakis Adi, Jepara info lebih lanjut silahkan klik disini